makna implementasi kurikulum

Makna Implementasi Kurikulum
Hilmawan.blogs.uny.ac.id

A. Pengertian Implementasi
Impelentasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap fix. berikat ane akan sedikit info tentang pengertian implentasi menurut para ahli. semoga info tentang pengertian implementasi menurut para ahli bisa bermanfaat.
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (dalam Nurdin dan Usman, 2004). Adapun Schubert (dalam Nurdin dan Usman, 2002:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah sistem rekayasa.”
Pengertian-pengertian di atas memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Oleh karena itu, implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh obyek berikutnya yaitu kurikulum.
Dalam kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan merupakan proses untuk melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan perubahan.
Dalam konteks implementasi kurikulum pendekatan-pendekatan yang telah dikemukakan di atas memberikan tekanan pada proses. Esensinya implementasi adalah suatu proses, suatu aktivitas yang digunakan untuk mentransfer ide/gagasan, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum desain (tertulis) agar dilaksanakan sesuai dengan desain tersebut. Masing-masing pendekatan itu mencerminkan tingkat pelaksanaan yang berbeda.
Dalam kaitannya dengan pendekatan yang dimaksud, Nurdin dan Usman (2004) menjelaskan bahwa pendekatan pertama, menggambarkan implementasi itu dilakukan sebelum penyebaran (desiminasi) kurikulum desain. Kata proses dalam pendekatan ini adalah aktivitas yang berkaitan dengan penjelasan tujuan program, mendeskripsikan sumber-sumber baru dan mendemosntrasikan metode pengajaran yang diugunakan.
Pendekatan kedua, menurut Nurdin dan Usman (2002) menekankan pada fase penyempurnaan. Kata proses dalam pendekatan ini lebih menekankan pada interaksi antara pengembang dan guru (praktisi pendidikan). Pengembang melakukan pemeriksaan pada program baru yang direncanakan, sumber-sumber baru, dan memasukan isi/materi baru ke program yang sudah ada berdasarkan hasil uji coba di lapangan dan pengalaman-pengalaman guru. Interaksi antara pengembang dan guru terjadi dalam rangka penyempurnaan program, pengembang mengadakan lokakarya atau diskusi-diskusi dengan guru-guru untuk memperoleh masukan. Implementasi dianggap selesai manakala proses penyempurnaan program baru dipandang sudah lengkap.
Sedangkan pendekatan ketiga, Nurdin dan Usman (2002) memandang implementasi sebagai bagian dari program kurikulum. Proses implementasi dilakukan dengan mengikuti perkembangan dan megadopsi program-program yang sudah direncanakan dan sudah diorganisasikan dalam bentuk kurikulum desain (dokumentasi).
Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. Artinya yang dilaksanakan dan diterapkan adalah kurikulum yang telah dirancang/didesain untuk kemudian dijalankan sepenuhnya. Kalau diibaratkan dengan sebuah rancangan bangunan yang dibuat oleh seorangInsinyur bangunan tentang rancangan sebuah rumah pada kertas kalkirnya maka implementasi yang dilakukan oleh para tukang adalah rancangan yang telah dibuattadi dan sangat tidak mungkin atau mustahil akan melenceng atau tidak sesuai denganrancangan, apabila yang dilakukan oleh para tukang tidak sama dengan hasil rancangan akan terjadi masalah besar dengan bangunan yang telah di buat karenarancangan adalah sebuah proses yang panjang, rumit, sulit dan telah sempurna darisisi perancang dan rancangan itu. Maka implementasi kurikulum juga dituntut untuk melaksanakan sepenuhnya apa yang telah direncanakan dalam kurikulumnya untuk dijalankan dengan segenap hati dan keinginan kuat, permasalahan besar akan terjadiapabila yang dilaksanakan bertolak belakang atau menyimpang dari yang telahdirancang maka terjadilah kesia-sian antara rancangan dengan implementasi. Rancangan kurikulum dan impelemntasi kurikulum adalah sebuah sistem danmembentuk sebuah garis lurus dalam hubungannya (konsep linearitas) dalam artiimpementasi mencerminkan rancangan, maka sangat penting sekali pemahaman guruserta aktor lapangan lain yang terlibat dalam proses belajar mengajar sebagai inti kurikulum untuk memahami perancangan kurikulum dengan baik dan benar.

B. Kesimpulan

Implementasi kurikulum adalah suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) suatu aktifitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.

Daftar Pustaka
http://rohimzoom.blogspot.co.id/2013/11/implementasi-kurikulum.html
#catatanPeribadi/Pengembangankurikulum

Materi Pembelajaran

Materi Pembelajaran
Hilmawan.blogs.uny.ac.id

A. Materi pembelajaran
Komponen lain yang harus diperhatikan dalam menyusun silabus adalah penentuan materi pembelajaran. Materi pokok harus disusun sedemikian rupa agar dapat menunjang tercapainya kompetensi. Materi pokok adalah pokok-pokok materi pembelajaran yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dan yang akan dinilai dengan menggunakan instrument penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar. Karena standar materi pokok telah ditetapkan secara nasional, maka materi pokok tinggal disalin dari buku standar kompetensi mata pelajaran. Sementara tugas para pengembang silabus adalah memberikan jabaran atau materi pokok tersebut ke dalam uraian materi pokok atau biasa disebut materi pembelajaran. Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, ketsserampilan, dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan dipelajari peserta didik. Secara khusus, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan sikap atau nilai (Abdul Gafur, 2004:2).

Selanjutnya, materi pembelajaran atau pokok-pokok materi perlu dirinci atau diuraikan kemudian diurutkan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam merinci atau menguraikan materi pembelajaran adalah menentukan jenis materi pembelajaran. Isi mata ajar memberikan informasi yang diperlukan dalam pokok bahasan. Pada gilirannya, informasi menumbuhkan pengetahuan yang merupakan tata hubungan antara rincian fakta.

B. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan materi Pembelajaran/bahan ajar tersebut terbagi tiga, yaitu;
(1) prinsip relevansi;
(2) prinsip konsistensi,
(3) prinsip kecukupan

Kriteria pokok pemilihan materi pembelajaran adalah relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari peserta didik hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur Reigeluth, ( dalam Abdul Gafur, 2004:4).

C. Jenis-jenis Materi Pembelajaran
1. Pengetahuan, meliputi:
a. Fakta adalah kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali dengan panca indera. Fakta diperoleh dengan cara:
– Memperoleh sendiri dari sumber aslinya. Fakta didefinisikan dengan cara menggambarkan atau menafsirkan dari sumber yang asli
b. Fakta yang diperoleh dari orang yang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk interaksi reasoning (Penalaran Abstrak)
Konsep adalah hasil penyimpulan tentang suatu hal berdasarkan atas adanya ciri-ciri yang sama pada hal tertentu. Konsep ada kalanya berkaitan dengan sesuatu obyek, sesuatu peristiwa atau berkaitan dengan manusia. Strategi pencapaian konsep: – Strategi pemilihan – Strategi penerimaan
Prinsip adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang hubungan antara dua konsep atau lebih istilah prinsip kadang-kadang disebut juga dengan aturan atau generalisasi.
2. Prosedur, yaitu materi pembelajaran yang berupa langkah-langkah melakukan suatu kegiatan secara berurut aslinya
3. Keterampilan adalah melakukan suatu jenis kegiatan tertentu. Keterampilan ada 3 macam yaitu :
1) Rangkaian respon atau reaksi, yaitu merupakan rangkaian gerakan-gerakan yang meliputi urutan tertentu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu
2) Koordinasi gerakan, yaitu seseorang dituntut untuk memadukan sejumlah anggota badan untuk melakaukan suatu pekerjaan
3) Pola-pola respon atau reaksi, yaitu berkaitan dengan keterampilan mengorganisasi seluruh keterampilan yang dimiliki dalam mereaksi rangsangan, sehingga dapat dipertunjukan suatu respon baru dalam mereaksi rangsangan
4) Sikap atau nilai yaitu berkaitan dengan sikap atau interest (minat) siswa mengikuti materi pembelajaran yang disajikan guru, nilai-nilai berupa apresiasi (penghargaan ) terhadap sesuatu dan penyesuaian perasaaan sosial.
Materi pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu:
a. Materi pembelajaran utama, yaitu materi pembelajaran pokok yang menjadi rujukan wajib (compulsory learning resources) dalam suatu rangkaian kegiatan pembelajaran.
b. Materi pembelajaran penunjang (suplementary reading materials) yaitu materi sekunder atau tersier yang keberadaannya sebagai pelengkap dan pengayaan.
Sifat Materi Pembelajaran
a) Materi pembelajaran bersifat umum yang berisi hal-hal yang harus dimiliki oleh seluruh siswa
b) Materi pembelajaran bersifat khusus yaitu yang diperlukan untuk kepentingan tertentu
c) Materi pembelajaran bersifat deskriptif yang berisi fakta-fakta dan prinsip-prinsip
d) Materi pembelajaran yang bersifat normatif yang berkaitan dengan norma-norma, peraturan, moral dan estetika.

Daftar Pustaka

http://lifeiseducation09.blogspot.co.id/2013/03/materi-pembelajaran.html
*catatanperibadi/pengembangankurikulum2015

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Standar Nasional Pendidikan meliputi ; Standar isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
SKL atau Standar Kompetensi Lulusan adalah bagian dari Standar Nasional Pendidikan yang merupakan kriteria kompetensi lulusan minimal yang berlaku di seluruh wilayah hokum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Fungsi utama SKL yaitu : kriteria dalam menentukan kelulusan peserta didik pada setiap satuan pendidikan, rujukan untuk menyusun standar pendidikan lainnya, serta arah peningkatan kualitas pendidikan.

Secara terperinci, fungsi dan tujuan standar nasional pendidikan adalah sebagai berikut :
1. Sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
2. Bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
3. Untuk disempurnakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional dan global.
A. Pembagian Standar Nasional Pendidikan terdiri dari :

1. Standar Kompetensi Lulusan

• SKL Satuan Pendidikan & Kelompok Mata Pelajaran
• SKL Mata Pelajaran SD-MI
• SKL Mata Pelajaran SMP-MTs
• SKL Mata Pelajaran SMA-MA
• SKL Mata Pelajaran PLB ABDE
• SKL Mata Pelajaran SMK-MAK

2. Standar Isi
Dalam pengembangannya, Standar Isi telah dikembangkan oleh BNSP dan menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk suatu pendidikan dasar dan menengah.
Standar isi adalah cakupan materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai komptensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu
3. Standar Proses
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan, hal ini sebagaimana yang dicantumkan dalam PPRI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 6.

4. Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Standar pendidikan dan tenaga kependidikan adalah kriteri pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan

5. Standar Sarana dan Prasarana
Standar ini merupakan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimum tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekspresi serta sumber belajar lainnya.

6. Standar Pengelolaan
Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan
7. Standar Pembiayaan Pendidikan
Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasional satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Biaya operasional pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. Dalam rinciannya biaya operasional terdiri dari biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal.

8. Standar Penilaian Pendidikan
Standar Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, sedangkan evaluasi pendidikan adalah pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.

B. Fungsi dan Tujuan Standar Pendidikan

a. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu
b. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
c. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Daftar Pustaka
http://viendutzz.blogspot.co.id/2009/11/bab-i-pendahuluan.html
#catatanperibadi/dasar-dasarpengembangankurikulum